Halaman Depan

Jumat, 02 April 2010

Ternyata


Hari jum’at, 2 april 2010 aku sengaja bangun lebih pagi. Karena hari ini aku punya schedule mau pergi ke rumah ibu guru pembimbing lomba untuk belajar bersama 2 kakak kelasku yang akan menjadi anggota timku besok.

Rencana awalnya pak Andrik, official yang akan menyertai kami waktu lomba akan ikut kami. Karena kami juga belum tahu rumah ibu guru Nur Yanah, ibu guru yang akan membimbing kami nanti. Jadi, hanya pak Andriklah satu-satunya orang yang berguna sebagai penunjuk jalan.

Ah, tapi semua tidak berjalan sesuai rencana. Pak Andrik tidak bisa mengantar kami. Entah apa alasannya. Akhirnya, kamipun berangkat mencari rumah bu Nur Yanah tanpa pak Andrik dengan hanya membawa petunjuk yang sangat minim.

Berputar-putar perumahan sudah kami lakukan selama hampir setengah jam. Tapi rumah bu Nur Yanah tak kunjung kami temui. Dengan terpaksa, aku bertanya kepada orang yang tinggal disekitar situ. Dan celaka, orang inipun tidak tahu alamat yang kami tanyakan. Karena hanya berupa nomor rumah saja. Tanpa alamat detail.

Karena kami sudah lelah mencari, akhirnya kami mengcontack pak Andrik dan Bu Nur Yanah. Dan yang isa kami lakukan saat itu hanyalah menunggu. Setengah jam berlalu, tidak ada satupunbalasan sms dari orang-orang yang kami hubungi tadi. Mau menelpon, tapi tak seorangpun diantara kami yang memiliki pulsa. Kalau aku, jelas tidak punya pulsa. Handphone aja tidak ada.. (hihihii)


Dan kini kami mengambil keputusan lagi. Kami akan pulang dan berencana kembali mencari rumah Bu Nur Yanah nanti, jam 1 siang karena salah satu diantara kami harus pulang untuk melaksanakan sholat jum’at dulu. (yang pasti bukan aku, aku kan cewe).

Sampai di rumah, sedikit menjengkelkan. Rumah sepi, pasti keluar semua orang rumah. Sialnya aku tidak membawa kunci duplikat pintu depan. Jadi, aku harus berbesar hati lagi untuk ya sekali lagi, menunggu. Setelah setengah jam menunggu dan orang-orang rumah tak kunjung datang, akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke warnet. Sial sial sial, warnetnya tutup. Terpaksa lagi, aku harus pulang dan menunggu lagi. Hum, hari ini sepertinya scheduleku ganti title. Dari belajar menjadi menunggu. Ckck. Bagus banget titlenya. Sudah jam sebelas lebih, tiba-tiba terlihat kepala mengintip lewat jendela dari dalam rumah. Dan Astagaa, ternyata ada satu orang di rumah. Kenapa aku teriak-teriak memanggil tapi om tidak mendengar sehingga aku mengira orang serumah pergi? Jelaslah om tidak mendengar, om kan masih tidur”kata om. Ya Ampuuuun, tobat tobaaaat. Bener-bener. Dan tak lama kemudian pun tante dan mba Ima datang.

Yah, tapi setelah aku pikir-pikir, memang sih ada hikmahnya juga. Sepertinya hari ini aku mendapatkan pelajaran berharga. Yaitu belajar bersabar. Memang semua kejadian pasti ada pelajarannya. Karena kehidupan sebenarnya adalah tutorial manusia yang paling bijaksana. Maka dari itu, berharga sekali kalau kita bisa belajar dari hidup. Rezeki perlu dinikmati, tetapi musibah ataupun kesalahan bukan untuk disesali, tapi untuk direnungi dan di pelajari. Karena di balik semua itu pasti ada pelajaran yang sangat bermanfaat bagi kita semua..


Menyesal atau Bangga ?


Baru-baru ini sudah marak di kabarkan tentang seorang balita yang mempunyai kebiasaan merokok dan berkata cabul. Konon, video tentang balita tersebut yang sedang merokok dan berkata cabulpun sudah beredar. Tragis, balita pun sudah memiliki moral seperti itu. Bagaimana kelak kalau sudah dewasa ? (si balita pernah bilang kalau sudah besar ingin jadi pencuri). Mengetahui hal ini, apa reaksi orang tuanya?

Ternyata, orang tua balita tersebut tidak khawatir. Karena menurut ceritanya, sang anak telah merokok sejak umur 2 tahun. Sebelum balita tersebut merokok, sang ibu pernah bermimpi bahwa neneknya datang kepadanya dan menyuruh agar sang ibu memberi anaknya rokok. Dan keesokan harinya, sang anak tidak mau makan sama sekali. Tapi sang anak hanya meminta rokok saja. Dan saat itulah, kebiasaan buruk itu dimulai. (dikira sang ibu wangsit kali ya ?)

Komnas perlindungan anakpun bertindak mengetahui kejadian ini. Tapi bagaimana kira-kira tindakan yang akan dilakukan oleh sang orang tua? Menyesal dan berusaha memberikan lingkungan yang kondusif bagi sang anak ataukah bangga dan membiarkan sang anak terus melakukan hal buruk tersebut?

Sesungguhnya, kepribadian seseorang itu dipengaruhi oleh lingkungan (agen sosialisasi). Dapat pula dikatakan, bahwa factor lingkungan (yang rata-rata orangnya suka merokok dan berkata cabul) adalah factor yang mempengaruhi balita tersebut. Dalam sosialisasi, terdapat 3 tahapan. Yaitu, play stage, game stage, dan generalized others. Dan balita ini dalam tahapan play stage. Dimana sang balita meniru peran orang lain di sekitarnya akan tetapi belum memahami jelas isi peran tersebut. Jadi, kemungkinan untuk merubah balita itu untuk tidak merokok dan berkata cabul masih ada. Dengan memindahkan balita ke lingkungan yang lebih baik. Dimana orang-orang yang ada di lingkungan tersebut memiliki moral yang baik untuk membangun kepribadian sang balita kelak.  



Kamis, 01 April 2010

PUSING

hufh, pengen cari soal-soal yang berhubungan ama materi lomba tapi ko susah banget iiag.. mau belajar,, tapi apa yang mau dipelajari. mau tidur aja, tapi masii resah mengingat lombanya 3 hari lagi. sing pusing pusing. sabar sabar. coba cari soal lagi. jangan menyerah. semangaat..